Root VS JailBreak

Root VS JailBreak – Kebutuhan setiap orang akan kegunaan smartphone pasti berbeda – beda. Ada yang sudah suka dengan aplikasi bawaan, tapi tidak sedikit orang yang menuntut yang lebih, Harga Smartphone 2017. Ingin menambah lebih banyak fitur hingga ingin mengkustomisasi perangkat hingga menjadi lebih personal dengan cara modding, baik pada OS Android atau di iOS.

Setiap pembuat system opersi pasti memberikan batasan pada setiap OS yang dibuatnya demi untuk keamanan untuk para penggunanya. Seperti pada apple yang harus melakukan Jailbreak pada perangkatnya dan bagi pengguna Android harus menggunakan akses Root untuk dapat membuka batasan yang diberikan oleh para pembuat OS tersebut.

root device android

Du metode modding ini jelas berbeda. Masing – masing memiliki keunggulan dan kekurangan. Untuk mengetahui perbedaannya, mari kita lihat di bawah ini.

Root VS JailBreak

Apa itu jailbreak ? dan apa itu Root ?

Root dan Jailbreak kedua modding ini sebenarnya hampir sama. Fungsinya yaitu untuk membuka batasan yang ada pada suatu system operasi dengan tujuan memberikan kamu hak akses untuk dapat masuk ke dalam file yang dilindungi oleh system operasi tersebut. Nah setelah kamu mendapatkan izin untuk mengakses setiap file yang ada di dalam operating system ini, kamu akan lebih mudah untuk melakukan perubahan pada system operasi kamu agar lebih fungsional.

Melakukan root atau jailbreak sama halnya kamu membuat akun administrator yang dapat memberikan kamu hampir semua hak yang dapat dilakukan oleh pengguna smartphone. Seperti halnya untuk memodifikasi file system, menginstall aplikasi yang dilarang, dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan oleh setiap pengguna operating system tersebut.

Tapi perlu kamu ingat sebelum kamu melakukan hal ini, kamu akan kehilangan garansi yang diberikan oleh vendor smartphone kamu. Tidak hanya garansi, namun dengan melakukan hal ini akan membuat smartphone kamu lebih rentan terkena virus dan malware.

Perbedaan JailBreak dengan Root

Sebagian orang mengira bahwa perbedaan pada kedua jenis modding ini hanya terletak pada jenis perangkatnya saja. Dan sering kali orang menukar kedua istilah ini. tapi yang jelas, secara teknis proses dari rooting dan jailbreak ini sangatlah berbeda.

Rooting dilakukan untuk memdapatkan control yang lebih dalam, ke dalam operating system yang kita gunakan hal ini biasa juga kita sebut akses Root. Hasil dari proses rooting ini akan memberikan kamu keleluasaan untuk mengganti aplikasi bawaan dari system tersebut bahkan menghapusnya, untuk menjalankan aplikasi yang membutuhkan izin dari administrator, http://hargahub.com/3346/daftar-harga-xiaomi-redmi-terbaru/ menjalankan operasi lain yang tidak bisa dilakukan oleh pengguna android pada umunya.

Untuk jailbreak, proses ini dilakukan untuk melewati batas dari beberapa jenis larangan yang dibuat oleh pembuat system operasi. Hasil dari proses ini adalah anda dapat merubah system operasi bawaan dari Apple, memasang aplikasi yang tidak diakui oleh pihak Apple secara tidak resmi, hingga memberikan hak akses yang lebih tinggi kepada para pengguna.

Nah itulah pengertian sekaligus perbedaan dari Root dengan JailBreak. Namun dengan melakukan kegiatan ini bukan berarti tidak ada resiko yang didapatkan. Tapi setiap kegiatan pasti ada resiko yang akan didapatkan.

Perbedaan ROM Xiaomi distributor dengan Stable Global Xiaomi

ROM Xiaomi distributor VS Stable Global Xiaomi – Bisa dibilang untuk saat ini angka penjualan dari smartphone keluaran Xiaomi tengah menurun. Meskpun menurun, smartphone keluaran xiaomi ini tetap memiliki tingkat popularitas yang cukup tinggi. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak sekali varian smartphone dari xiaomi ini yang beredar di pasaran Indonesia. Walaupun banyak, namun tidak semua smartphone xiaomi ini masuk melalui jalur resmi, ada juga yang masuk melalui jalur non-resmi. Khususnya smartphone xiaomi yang tidak di jual di pasar Indonesia.

Smartphone yang masuk ke Indonesia melalui jalur non-resmi ini biasanya pasti memiliki harga yang terjangkau. Sesuai dengan masuk nya yang sedikit bermasalah, ada banyak hal yang harus dijadikan perhatian. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah ROM, kenapa demikian?. Karena terdapat ROM yang berasal dari distributor, bukan dari MIUI stable global. ROM xiaomi yang berasal dari distributor ini pasti menyimpan beberapa hal yang berbahaya.

Maka dari itu kita harus mengetahui bagaimana cara membedakan ROM dari MIUI steble global dengan ROM abal – abal dari distributor. Bagaimana cara membedakannya?

Perbedaan ROM Distributor Dengan ROM MIUI stable global Xiaomi

Versi ROM

Jika kamu melihat dari kode versi ROM pada smartphone Xiaomi kamu, kalau untuk ROM yang bawaan dari MIUI stable global Xiaomi biasanya memiliki 4 deret angka saja. Sedangkan dari ROM distributor biasanya terdiri dari 5 deret angka, bahkan menurut beberapa kasus deret angka tersebut bisa lebih dari 5 dere

Stabilitas Dari Software

Namanya saja modifikasi, sudah bisa dipastikan kalau ROM yang berasal dari distributor ini memiliki stabilitas yang buruk dan pastinya lebih berat, tidak seperti ROM asli MIUI stable global. Biasanya gejala dapat dilihat ketika kita membuka aplikasi dan tiba – tiba aplikasi tersebut menutup sendiri, yang membuat anda harus membuka aplikasi dari awal lagi.

Daya tahan baterai yang kurang baik

Seberapa besar pun kapasitas baterai smartphone Xiaomi kamu, daya tahan baterai pasti terasa akan sangat buruk bila smartphone kamu diisi dengan ROM abal – abal dari distributor ini. bahkan ketika kamu sudah memberhentikan semua aplikasi yang berjalan di smartphone kamu, baterai akan tetap terasa boros. Namun hal seperti ini tidak akan ditemukan jika anda mendapatkan ROM asli dari MIUI stable global.

Update ROM

Setiap vendor smartphone pasti akan selalu memberikan update untuk ROM nya dalam periode waktu tertentu. Nah ROM MIUI stable global pasti selalu menerima update tersebut. Dengan ROM ini kita pasti deiberikan notifikasi bila ada update terbaru dari ROM Xiaomi. namun, tidak seperti ROM abal – abal distributor. Meskipun dari pihak xiaomi ini telah meluncurkan update untuk smartphone dengan versi tersebut, kita tidak akan mendapatkan notifikasi dan tidak mendapatkan update tersebut.

Keamanan

Salah satu bahaya yang mengancam anda saat menggunakan Smartphone adalah adanya virus yang akan menyerang. ROM yang berasal dari distributor ini memang dijejali dengan banyak bloatware. Terkadang terdapat virus dan adware didalamnya. Hal ini ditandai dengan munculnya iklan, yang lebih parah lagi iklan ini juga bisa muncul ketika kita berada di halaman Home. Pastinya hal seperti ini tidaka akan kita temui jika kita menggunakan ROM asli dari MIUI Stable Global Xiaomi.

Itulah perbedaan yang dapat kamu lihat pada smartphone xiaomi kamu, coba pastikan apakah smartphone kamu menggunakan ROM asli atau menggunakan ROM abal – abal?.